Makanan Tradisional Provinsi Maluku

Konsep mengenai makanan bagi orang di Daerah Maluku Utara ini sama saja dengan konsep mengenai makanan yang ada pada orang di Daerah Maluku Tenggara, hanya terdapat perbedaan dalam wujud dan bahan mentahnya saja. Pada saat sekarang ini orang di Daerah Maluku Utara dalam makanan pokoknya sudah berorientasi kepada nasi dan bukan lagi kepada sagu seperti orang di Daerah Maluku Tengah dan enbal seperti orang di Daerah Maluku Tenggara. Hal ini dapat dilihat dari macam-macam makanan yang disediakan dalam upacara-upacara adat di Daerah Maluku Utara ini. Namun demikian penggolongan makanan oleh orang di daerah ini adalah sama saja yaitu : Makanan sehari-hari atau yang disebut juga makanan pokok, dan makanan khusus untuk upacara-upacara.

Demikian juga halnya dengan minuman, minuman di Maluku Utara di gongan sebagai : Air minum sehari-hari yang biasanya diminum untuk memenuhi akan kebutuhan karena haus. Air minum untuk teman sarapan, yang merupakan kebiasaan dalam acara makan di pagi hari. Air minum untuk menjamu tamu, yang dalam hal ini cara penyajiannya sudah lebih menunjukkan tata pergaulan antar manusia. Selain yang sudah disebutkan di atas, maka ada juga minuman yang khusus disediakan untuk upacara-upacara, baik upacara-upacara keagamaan ataupun upacara adat dan sebagainya.
Menurut orang di Daerah Maluku Utara ini jenis-jenis makanan digolongkan dengan konsep mereka mengenai makan adalah satu tindakan untuk melanjutkan kehidupan, secara jasmani. Dengan demikian ada makanan yang bersifat primer dalam pengertian mutlak harus ada untuk menyambung akan kehidupan karena tanpa makan orang akan mati dan ada juga makanan yang bersifat sekunder, dalam pengertian makanan yang hanya ada untuk dinikmati dan bukan dimakan untuk menghilangkan rasa lapar, ataupun untuk menambah tenaga. Dalam pengertian ini termasuk jajanan danlain-lain suguhan untuk memenuhi segala macam adat dan tata sopan santun saja. Adapun jenis-jenis makanan yang biasanya disajikan di Maluku Utara ini sesuai konsep mereka tentang makanan adalah nasi, ubi-ubian, serta lauk pauknya yang terdiri dari daging hewan dan ikan dan lain-lainnya, termasuk kacang-kacangan. Menurut konsep kebudayaan, maka orang di Maluku Utara ini melakukan makan dalam tiga waktu yaitu, makan di pagi hari, makan di siang hari dan makan di malam hari. Selain itu masih ada selingan makan di sore hari yang biasanya dikenal dengan minum the sore.
Menurut orang di Maluku Utara ini mereka menggolongkan jenis-jenis makanan sebagai berikut :

  1. Fungsi Makanan
  2. Menurut fungsinya makanan dapat dibedakan atas dua pokok yaitu:
    1. Makanan pokok atau makanan sehari-hari dalam hal ini makanan yang dimakan setiap hari sebagai penyambung kehidupan, dan merupakan penambah energy bagi manusia dan yang biasa dilakukan dalam tiga waktu itu yaitu makan di pagi hari, makan di siang hari dan makan di malam hari.
    2. Makan untuk peristiwa khusus seperti kedatangan tamu, makan dalam upacara-upacara adat, makan dalam pesta atau upacara perkawinan, ulang tahun dan sebagainya. Dari segi ini fungsi dari pada makanan itu bukan lagi merupakan penyambung kehidupan, tetapi sudah merupakan hal yang hanya untuk dinikmati atau sekedar sebagai tanda bersuka cita, ataupun sebagai penghormatan bagi tamu yang datang.

  3. Makanan Sesuai Kedudukan Sosial dan Ekonomi yang ada dalam Masyarakat
  4. Seperti sudah diuraikan terlebih dahulu bahwa di daerah Maluku Utara ini tingkat pelapisan di dalam masyarakat sudah hamper tidak Nampak sama sekali, dan hanya bisa dilihat upacara-upacara adat saja. Dan pada umumnya orang hanya dapat mengetahui akan kedudukan dalam masyarakat adatnya dari ceritera sejarah keturunannya. Misalnya ada orang yang menceritakan bahwa si A adalah berasal dari keturunan Raja dan sebagainya, tetapi posisinya sebagai keturunan Raja ataupun bangsawan itu tidak akan mempengaruhi akan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat di Maluku Utara sekarang ini.
    Nanti pada saat ada upacara-upacara adat, barulah kedudukan si turunan Raja tadi difungsikan apabila adat dalam upacara itu membutuhkannya. Hal inilah yang menyebabkan makanan yang dimakan di Maluku Utara ini adalah sama saja untuk semua lapisan dan cara mendapat makanan inipun teergantung dari kemampuan orang yang ingin mendapatkannya.

  5. Keaneka-ragaman
  6. Dalam suatu masyarakat memang terdapat lebih dari satu kelompok masyarakat yang berbeda dalam adat dan kebudayaannya. Namun demikian di muka sudah dijelaskan bahwa di Daerah Maluku Utara ini tidak lagi terdapat tingkatan dan latar belakang dari status social anggota masyarakat di dalam pergaulannya sehari-hari. Namun demikian tidak dapat disangkal bahwa keaneka-ragaman corak kebudayaan dari masyarakat di Maluku Utara ini pasti ada. Dan keaneka-ragaman itu sudah tergambar dalam satu wujud kebudayaan Maluku Utara, di antaranya dapat dilihat dari makanan yang disajikan sebagai bagian dari pada kebudayaan masyarakat ini.


(Sumber: malukuprov.go.id)

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar